beritadunesia-logo

Aruh Adat

Setiap usai panen raya, masyarakat adat atau yang lebih dikenal warga dayak Pegunungan Meratus di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalsel, mengadakan aruh adat (ritual syukuran hasil panen). Aruh adat yang biasa dilaksanakan di balai adat ini, setiap warga ramai bergotong royong mempersiapkannya. Acaranya juga berlangsung lama. Jika aruh ganal usai panen raya, waktuya bisa sampai 12 hari. Banyak rangkaian ritual hingga hiburan yang digelar selama pesta ada tersebut usai. 

Ritual yang digelar, yakni mulai bawanang (syukuran hasil padi), balian (ritual ucapan rasa syukur diselingi musik gendang), hingga acara batandik (tarian khas dayak). Diungkapakan slah satu tokoh warga dayak setempat, Untan, acara seperti ini memang dilaksanakan setiap usai panen raya. Ritual ini merupakan bentuk ibadat kaharingan yang mereka anut. Semua rangkaian ritual ini dipimpin oleh para tokoh adat atau para sesepuh yang didaulat sebagai kepala adat. Mereka inilah yang memimpin setiap ritual. Dan puncaknya akan dilakukan penyembelihan hewan ternak, mualai ayam, kambing, dan babi yang akan disantap bersama-sana. Selain itu, juga disiapkan aneka kue dan makanan lamang (ketan yang dimasak dalam batang bambu).

Aruh adat ini selain ungkapan rasa syukur kepada sag pencipta, juga menjadi sarana silaturahmi sesama penganut kaharingan yang tersebar di beberapa balai adat. Setiap balai yang mengadakan aruh, pasti mengundang balai lain yang tersebar di beberapa wilayah di Kalsel.

Sumber : http://www.hulusungaitengahkab.go.id